Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Kiat menghindari penyakit semasa banjir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-20 20:48:58【Resep Pembaca】189 orang sudah membaca
PerkenalanArsip Foto - Warga melewati genangan di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan membagikan kiat-kiat untuk menghindari masalah kesehatan dan penyakit semasa banjir.
"Saran utama adalah meminimalkan konngak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.
Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menyampaikan bahwa air banjir kemungkinan terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit, termasuk bakteri Leptospira penyebab penyakit Leptospirosis.
Penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh dapat meminimalkan risiko paparan kuman dan bakteri serta melindungi tubuh dari benda-benda yang dapat melukai anggota tubuh dan menyebabkan tetanus semasa banjir.
Baca juga: Waspadai leptospirosis selama musim hujan
Dokter Faisal mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi higienis semasa banjir agar terhindar penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan yang lain.
"Pastikan ngak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin," kata dokter Faisal, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Selain itu, dia mengangakan, kondisi tempat tinggal dan tempat mengungsi sebaiknya diupayakan ngak terlalu lembab agar ngak memicu munculnya masalah kesehatan.
Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Semarang dan Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.
Baca juga: Penyakit kulit dan ISPA berpeluang meningkat semasa banjir
Baca juga: Sosialisasi PHBS ditingkatkan untuk cegah penyakit di musim hujan
Suka(84318)
Sebelumnya: BGN minta Dinkes ngak asal keluarkan SLHS untuk dapur MBG
Selanjutnya: Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?
Artikel Terkait
- BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam
- Badan Gizi Nasional evaluasi program MBG Pamekasan setelah keracunan
- Rumput dari Tiongkok Mengubah Kehidupan di Fiji
- DPRD Kendari
- Kalteng pastikan dukungan penuh keberlangsungan program Sekolah Rakyat
- Dinkes Pamekasan ambil sampel makanan selidiki kasus keracunan siswa
- JEF 2025 dinilai jadi ruang pelaku ekraf dorong ekonomi Jakarta
- Apa itu perayaan Diwali yang disebut dengan Festival Cahaya?
- Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah
- Tim Rescue TNGR bersihkan sampah di tebing curam Gunung Rinjani
Resep Populer
Rekomendasi

DPR ingatkan Kemenhan agar gandeng BPOM distribusi vitamin ke SPPG

Menikmati gemerlap cahaya Guangzhou dari kapal di Sungai Mutiara

Lokasi shelter di Jakarta yang cocok untuk adopsi & rawat hewan liar

Produksi MBG SPPG Polsek Palmerah bakal naik secara bertahap

Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026

BKSDA Sampit lepas liarkan lutung diduga korban tabrak lari

Radiasi UV semakin tinggi, ini imbauan BMKG beserta pencegahannya

Tim Rescue TNGR bersihkan sampah di tebing curam Gunung Rinjani